Luasan Kebakaran di Sumsel Alami Peningkatan, TMC Mulai Digelar

Pembukaan Kegiatan TMC di Sumsel dan Jambi, di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. (Istimewa/rmolsumsel.id)
Pembukaan Kegiatan TMC di Sumsel dan Jambi, di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. (Istimewa/rmolsumsel.id)

Memasuki musim kemarau di Sumsel, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama stakeholder mulai mengambil langkah pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak dini. Salah satunya dengan upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).


Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), diwakili oleh Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, dalam sambutannya mengungkapkan luasan kebakaran di Sumatera Selatan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya pada periode Januari-April.

“Tahun ini, kejadian karhutla di Sumatera Selatan terjadi agak unik karena dimulai dari Muratara, OKU, dan Pali. Kita sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi karhutla, juga upaya pemadaman pada lokasi yang terbakar. Di Riau operasi TMC sudah dimulai sejak bulan kemarin dengan penambahan curah hujan sebanyak 15 persen,” ungkap Ferdi.

Selain melakukan TMC dari udara, lanjut Ferdian, pengawalan di lahan juga harus diperkuat, yakni dengan memastikan gambut dan air gambut tetap basah dan lembab. Apalagi saat ini masih ada potensi hujan.

Ferdi menjelaskan, mulai tahun 2020 operasi TMC dijadikan salah satu solusi permanen pencegahan karhutla selain patroli dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Operasi TMC dilakukan dengan tujuan untuk membasahi lahan gambut agar terjaga kelembabannya, menjaga tinggi muka air tetap stabil sehingga tidak mudah terbakar. 

“Operasi TMC juga dilakukan untuk mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam retensi areal guna mencegah kebakaran terutama di lahan gambut yang sering mengalami kebakaran setiap tahun,” ungkap Ferdian.

“TMC rencana akan dilaksanakan selama 15 hari dengan dukungan dari PT. Wirakarya Sakti (Sinar Mas Forestry). Hari ini kita memulai sesuatu dengan baik, berproses dengan baik, dan semoga memperoleh hasil yang terbaik dan bermanfaat,” tutup Ferdian.

Operasi TMC untuk pencegahan dini karhutla terutama di lahan gambut di Sumsel-Jambi turut didukung oleh APP Sinar Mas, melalui unit usahanya PT Wirakarya Sakti (WKS). Terutama di dua tahun terakhir, APP Sinar Mas-WKS turut berkontribusi dalam operasi TMC, sehingga jumlah hotspot di Sumsel-Jambi bisa diminimalisir.

Menurut Direktur PT WKS Agus Wahyudi, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, yakni KLHK, BRIN, BNPB dan instansi terkait, yang telah mengajak bersama-sama melaksanakan penerapan TMC di Sumsel-Jambi tahun 2022.

Di samping upaya melalui TMC tersebut, APP Sinar Mas dan unit usahanya, terus berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan karhutla, baik di dalam dan di luar kawasan perusahaan. Yakni dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

“Di lapangan, kami baik di Sumsel-Jambi mendukung TMC, data dan informasi teraktual di lapangan, akan kami sediakan, yang bisa diperoleh di sekitar areal kami. Rekan-rekan di Sumsel-Jambi, siap mendukung kebutuhan data yang diperlukan. TMC ini akan dilaksanakan selama 15 hari, rencananya akan dimulai hari Selasa (24/5/2022),” ucapnya.

Sumsel dan Jambi, merupakan provinsi dengan kawasan luasan gambut yang cukup sifnifikan, sehingga upaya mendorong peningkatan kebasahan gambut jadi strategis yang sangat penting dalam meminimalisir karhutla.