Libatkan Emak-Emak, Pemkab Muba Proyeksikan Satu Desa Satu Produk Berbasis Lateks

Sekda Muba, Apriyadi saat meninjau langsung industri rumah tangga berbasis lateks. (Istimewa/rmolsumsel.id)
Sekda Muba, Apriyadi saat meninjau langsung industri rumah tangga berbasis lateks. (Istimewa/rmolsumsel.id)

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menargetkan setiap desa mampu memproduksi produk berbasis lateks dengan melibatkan para ibu rumah tangga yang ada di desa.


"Pelatihan ibu-ibu ini untuk mencetak industri rumah tangga dari bahan berbasis lateks seperti karet gelang, balon, sarung tangan souvenir dan lainnya," ujar Sekretaris Daerah Muba, Apriyadi, Jumat (19/11). 

Untuk tahap awal ini, kata dia, uji coba dilakukan di Desa Sumber Agung dengan harapan industri rumah tangga ke depan dapat lebih berkembang. Dimana karet yang dahulunya disadap dan hanya dijual dalam bentuk bokar, diubah menjadi lateks yang dapat menjadi berbagai produk hilirisasi, sehingga menambah nilai ekonomis. 

"Banyak yang bisa diturunkan dari proses hilirisasi lateks ini. Kami hari ini mencoba beberapa kegiatan dulu misalnya karet gelang, karena karet gelang ini betul-betul dibutuhkan, orang jualan butuh ini," kata dia. 

"Artinya pasarnya jelas dan kita sudah tanya tadi harga karet gelang yang kualitas paling jelek itu seharga Rp40 ribu perkilo dan yang paling bagus di atas Rp100 ribu. Ini bisa menjadi pekerjaan ibu-ibu di rumah masing-masing. Kita ingin menjadikan Desa Sumber Agung sebagai sentra hilirisasi industri karet," jelas Apriyadi. 

Sementara, Kepala Desa Sumber Agung Tunarto mengatakan, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan agar hilirisasi industri produk berbahan lateks ini lebih maju dan lebih besar. "Harapan kami masyarakat bisa mempunyai usaha rumahan sendiri. Mohon dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Muba untuk desa kami agar lebih maju," tandas dia.