Kejari OI Terima Berkas 11 Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi Pembangunan Tribun Mini  

11 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek refocusing Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2015  dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejaksaan Negeri Ogan Ilir (OI). (ist/RMOLSumlse.id)
11 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek refocusing Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2015 dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejaksaan Negeri Ogan Ilir (OI). (ist/RMOLSumlse.id)

Kejaksaan Negeri Ogan Ilir (OI) telah menerima pelimpahan berkas 11 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek refocusing Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2015 lalu dari Polda Sumatera Selatan (Sumsel).


Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari OI, Julindra Purnama Jaya mengungkapkan, 11 tersangka tersebut merupakan 10 mantan Kepala Desa (Kades) di Ogan Ilir serta satu kontraktor dari CV Ringga Putra Pratama.

"Pembangunan fasilitas olahraga berupa tribun mini di lapangan sepakbola ini berada di 11 desa di wilayah Ogan Ilir," terang Julindra didampingi Kasi Intelijen Kejari Ogan Ilir, Ario A Gopar, , Rabu, (26/10)

Adapun 11 desa yang menjadi lokasi pembangunan tribun mini sepakbola, yakni, Desa Seri Tanjung, Desa Tanjung Tambak Baru, Desa Burai, Desa Tanjung Atap Barat, Desa Tanjung Pinang II, Desa Bangunjaya, Desa Tanjung Baru, Desa Tanjung Laut, Desa Sentul, Desa Tanjung Lalang, dan Desa Senuro Barat.

Dari 11 mantan Kades ini, terdapat satu desa yang tidak bisa dilanjutkan perkaranya yakni Desa Senuro Barat, dikarenakan sudah meninggal dunia. Dan secara otomatis, perkaranya gugur sesuai dengan Pasal 77 KUHAP.

"Atas kegiatan di 11 desa ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1.040.156.502,36," katanya.

Menurutnya  masing-masing desa memiliki alokasi anggaran sebesar Rp 190 juta. Dalam penemuan penyidikan, fisik bangunan tidak sesuai dengan rancangan anggaran pembangunan.

"Para tersangka ditahan selama 20 hari sembari kita menyiapkan berkas dakwaan untuk selanjutnya kita serahkan ke Pengadilan Tipikor," katanya lagi.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhany SH SIK, didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan, pelimpahan berkas bersama tersangka dan barang bukti ini lantaran sudah dinyatakan lengkap (P-21). 

"Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang sama di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan," katanya.