KBRI Seoul Konfirmasi Tak Ada WNI jadi Korban Kerumunan Itaewon

Petugas sedang mengevakuasi korban perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan pada Sabtu (29/10)/Net
Petugas sedang mengevakuasi korban perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan pada Sabtu (29/10)/Net

Dua warga asing yang teridentifikasi menjadi korban dalam Insiden mematikan dari kerumunan warga di perayaan Halloween Itaewon, terkonfirmasi bukan berasal dari Indonesia. Data itu disampaikan Kedutaan Besar RI di Seoul pada Minggu (30/10).


"Terdapat informasi adanya 2 orang WNA yang menjadi korban namun telah dipastikan bahwa kedua orang tersebut bukan WNI," ujar Duta Besar Gandi Sulistiyanto melalui sebuah pernyataan.

Gandi menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun hingga kini belum ada informasi terbaru dari Kepolisian terkait perkembangan kasus dan kemungkinan adanya jumlah WNI yang menjadi korban.

"Hingga pagi ini, informasi dari Kepolisian  menyebutkan belum diketahui adanya WNI yang menjadi korban. KBRI Seoul tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menggali informasi kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban," ujarnya.

Pejabat dari Badan Pemadam Kebakaran Nasional, Choi Cheon-sik melaporkan jika kerumunan dalam perayaan Halloween di gang sempit tersebut telah memakan ratusan korban jiwa dan luka-luka.

"Sedikitnya 146 orang tewas dan lebih dari 150 terluka dalam perayaan yang berujung pada massa yang terhimpit dan terinjak-injak di Itaewon, Yongsan-gu, Seoul,” ungkapnya seperti dimuat The Guardian.

Cheon-sik mengatakan, warga yang terluka telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Namun ia juga memperkirakan jika jumlah korban tewas kemungkinan bertambah akibat kerumunan tersebut.

"Puluhan orang dirawat karena cedera di rumah sakit dan jumlah korban tewas bisa bertambah setelah kecelakaan di distrik rekreasi Itaewon," jelasnya.

Untuk menangani jumlah korban yang begitu banyak, Cheon-sik menyebut pihaknya telah mengarahkan ratusan petugas dan ambulans untuk menjangkau TKP dengan segera.

"Lebih dari 400 pekerja darurat dan 140 ambulans dari seluruh negeri, termasuk semua personel yang tersedia di Seoul, dikerahkan ke jalan-jalan untuk merawat yang terluka," ucap Cheon-sik.

Melalui postingan foto dan video yang tersebar di media sosial, terlihat bahwa mobil ambulans berderet di jalan raya dengan pengawalan pihak kepolisian. Pekerja darurat dan pejalan kaki juga terlihat melakukan CPR pada orang-orang yang tergeletak di jalanan.

Dalam satu klip tayangan televisi menunjukkan paramedis yang tengah sibuk memeriksa status lebih dari belasan orang yang terbaring tak bergerak di bawah selimut biru.

Pemerintah kota Seoul langsung mengeluarkan surat himbauan darurat agar warga yang berkerumun di Itaewon dapat segera kembali ke rumah untuk menghindari peningkatan jumlah korban.  

Media lokal Korea menyebut jika insiden kerumunan yang mematikan itu terjadi setelah sejumlah besar orang bergegas ke bar Itaewon karena mendengar bahwa seorang selebriti atau idol tak dikenal sedang berkunjung.

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, mengeluarkan perintah untuk memastikan perawatan cepat bagi mereka yang terluka dan terus meninjau keamanan lokasi perayaan.