Kapolda Sumsel Tegaskan, Keluarga Anggota Ikut Nyaleg Tidak Boleh Gunakan Fasilitas Milik Polri 

Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo saat menjelaskan larangan keluarga anggota Polri yang ikut nyaleg gunakan fasilitas milik Polri . (Fauzi/RMOLSumsel.id)
Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo saat menjelaskan larangan keluarga anggota Polri yang ikut nyaleg gunakan fasilitas milik Polri . (Fauzi/RMOLSumsel.id)

Bagi keluarga anggota Polri yang ikut mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif dilarang keras menggunakan fasilitas Polri untuk kepentingan kampanye. 


Hal ini disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo dalam silaturahmi bersama awak media pada Kamis (30/11/2023). 

"Di Muratara ada 14 keluarga anggota Polri yang mencalonkan diri sebagai Caleg. Mencalonkan boleh itu adalah hak. Tapi mereka tidak boleh menggunakan fasilitas milik Polri. Saya sudah pesankan kepada semua Kapolres secara umum dan Kabid Propam Polri telah mengeluarkan surat Telegram terkait larangan menggunakan fasilitas milik Polri,"kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad. 

Dijelaskan Rachmad, jika ada anggota Bhayangkari yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif dan saat mau kampanye, dari partainya ada halangan memberikan fasilitas kendaraan dan sopir. Sehingga ia menggunakan mobil dinas suaminya untuk kampanye itu dilarang. 

"Selain itu pembuatan visi misi dan program supaya dan percetakan kaos di rumahnya itu tidak boleh, kalau mau silahkan cetak di kantor partai,"bebernya. 

Masih dikatakan Rachmad untuk pengamanan pada termin pertama kampanye telah disampaikan kepada setiap Kapolres di Sumsel, sesuai dengan arahan KPU. 

"Pengamanan termin pertama berlangsung pada 28 November sampai 31 Desember 2023, sesuai dengan arahan KPU hanya kampanye tertutup yang diperbolehkan yakni pemasangan APK, pertemuan tatap muka, dan melalui medsos,"jelasnya.(