Juli, 500 Ribu Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku Didatangkan ke Sumsel

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi. (Alwi Alim/rmolsumsel.id)
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi. (Alwi Alim/rmolsumsel.id)

Pemerintah pusat kini telah mendatangkan vaksin hewan ternak khusus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hanya saja, vaksin ini baru didistribusikan ke Sumsel pada Juli mendatang.


"Vaksin hewan ternak ini diperkirakan datang ke Sumsel setelah Iduladha atau akhir Juli mendatang," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, Selasa (21/6).

Hal ini dikarenakan ada beberapa wilayah seperti di Pulau Jawa yang menjadi prioritas dalam penanganan PMK ini, sehingga distribusi ke Sumsel sedikit terlambat. Sumsel sendiri nantinya akan mendapatkan setidaknya 500 ribu vaksin yang akan diberikan ke wilayah dengan jumlah hewan ternak lebih dari 2.000 ekor.

Dia menerangkan, pemberian vaksin ini sama halnya dengna pemberian vaksin Covid-19. Dimana, hewan ternak yang sakit tidak boleh diberikan vaksin. Karena itu, vaksin ini ditujukan untuk hewan ternak yang sehat, sapi indukan, dan prioritas betina. Untuk anakan sapi (Pedet) bisa dilakukan vaksin sejak umur 2 minggu. 

"Vaksin hewan ternak ini tujuannya membatasi penyebaran PMK, mengurangi dampak ekonomi PMK, membangun zona bebas vaksinasi, hingga melindungi kelompok hewan dengan nilai ekonomi tinggi," terangnya.

Adapun hewan prioritas untuk vaksinasi berupa peternakan sapi, kerbau, dan babi dengan skala industri. Lalu sapi yang masa hidupnya lebih lama, bernilai ekonomi tinggi, dan sering dilalulintaskan. “Bahkan kalau untuk ruminansia kecil (Domba dan kambing) jarang menjadi target utama, namun dapat dipertimbangkan berdasarkan penilaian risiko,” jelasnya.

Ruzuan menambahkan bahwa vaksin bukan treatment, melainkan pencegahan. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau apabila terdapat sapi yang sudah sakit, untuk melakukan pengobatan dengan vitamin, ramuan herbal, atau obat lainnya. “Kalau kita menemukan dalam satu kandang ada sapi yang sakit, maka sapi lainnya dalam kandang yang sama juga tidak boleh divaksin. Dan yang sembuh dari PMK, baru enam bulan ke depan bisa divaksin,” puungkasnya.