Jalankan Intruksi Kemenkes, Dinkes Muara Enim Sidak Seluruh Apotek Penjual Obat Sirup

Kadinkes Muara Enim, dr. Eni Zatila bersama petugas gelar sidak penyetopan penjualan obat cair dan sirup di kabupaten Muara Enim. (Noviansyah/RMOLSumsel.id)
Kadinkes Muara Enim, dr. Eni Zatila bersama petugas gelar sidak penyetopan penjualan obat cair dan sirup di kabupaten Muara Enim. (Noviansyah/RMOLSumsel.id)

Dinas Kesehatan (Dinkes)Muara Enim lakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke seluruh apotek dan toko obat yang berada di kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Kamis (20/10).


Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti surat edaran dan instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk semua apotek agar sementara waktu  tidak menjual obat dalam bentuk cair dan sirup.

Pantauan di lapangan, Kadinkes Muara Enim bersama petugas melakukan sidak ke Apotek Trijaya, Serasan Sekundang, toko Obat Mulia dan Musi di wilayah kecamatan kota Muara Enim. 

Diketahui, ada 32 Apotek dan 10 toko obat yang terdaftar di kabupaten Muara Enim.

Kadinkes Muara Enim, dr. Eni Zatila mengatakan, surat edaran Kemenkes soal larangan sementara waktu menjual obat dalam bentuk cair dan sirup itu telah dikeluarkan sejak tanggal 18 Oktober 2024 lalu.

Sebab saat ini, ditemukan adanya gagal ginjal akut yang tiba-tiba menyerang balita hingga menyebabkan meninggal dunia.

Dari hasil penelitian sementara, ditemukan bahan penggunaan obat dalam bentuk sirup mengandung senyawa kimia yang menimbulkan toxic di tubuh manusia.

Sehingga, selama proses penyelidikan ini Kemenkes mengambil langkah pengamanan untuk sementara menghentikan penjualan atau pemberian obat-obatan sirup kepada pasien

"Sejauh ini di kabupaten Muara Enim, belum ada temuan kasus, namun untuk toko obat dan apotek diimbau untuk menyetop obat apapun dalam bentuk sirup, baik itu obat batuk pilek, vitamin dan obat lainnya, dihentikan dulu sementara," ujar Eni.

Dinkes Muara Enim juga sudah membuat edaran kepada seluruh rumah sakit baik milik pemerintah dan swasta, klinik, apotek, toko obat dan organisasi profesi di bidang kesehatan yang ada di lingkup kabupaten Muara Enim untuk mengikuti anjuran dari Kemenkes.

Erni pun mengimbau kepada masyarakat , apabila  ditemukan ada tanda-tanda seperti sakit kencing dan hal-hal mengenai ginjal kepada anak untuk segera  melakukan konsultasi kembali kepada fasilitas pelayanan kesehatan atau dokter.

 "Atau pasien yang saat ini sedang mengonsumsi obat-obatan jenis cair dan sirup segera konsultasi kembali ke dokter yang menangani untuk diganti obatnya, baik anak-anak atau dewasa segera konsul karena penggantinya bisa berbentuk puyer dan bisa diracik,”imbuhnya.

Sementara itu, salah satu Pemilik Sarana Apotek (PSA) Serasan Sekundang, Budi mengatakan pihaknya sejauh ini melayani beberapa permintaan seperti obat batuk, karena belum mengetahui tentang perintah resmi Kemenkes.

Untuk stok, kata dia ketersediaan obat cair di apoteknya tidak terlalu banyak, ketika habis langsung melakukan pemesanan ulang "Paling banyak 6 botol, begitu habis baru pesan lagi," ujarnya.

Pihaknya mengaku siap menjalankan dan berkomitmen terkait  pemberlakuan ini, "Semua harus komitmen termasuk distributor, sejauh ini untuk obat yang kadaluarsa bisa dikembalikan, cuma prosesnya agak lama, jadi apapun perintah dari pemerintah akan kami jalankan," pungkasnya.