Italia Juara Eropa, Adu Penalti Jadi Mimpi Buruk Inggris

Selebrasi tim Italia usai menang adu penalti//Getty Images/rmolsumsel.id
Selebrasi tim Italia usai menang adu penalti//Getty Images/rmolsumsel.id

Italia akhirnya keluar menjadi Juara Euro 2020 setelah di pertandingan final skuat Gli Azzurri itu sukses mengalahkan Inggris lewat drama adu penalti 3-2 pasca bermain imbang 1-1 diwaktu normal. 


Dengan kemenangan tersebut Italia sukses mengangkat thropy juara sekaligus mengulangi kesuksesan 53 tahun lalu saat Fachetti Cs di tahun 1968 berhasil meraih Juara Eropa pertama bagi Italia.

Sementara Inggris memang harus mengubur dalam impiannya, duka tersebut sangat membekas karena kegagalan mereka terjadi di kandag sendiri yakni Stadion Wembley, Senin (12/7). Padahal dimenit awal laga dimulai, publik Wembley bersorak kegirangan ketika Luke Shaw menjebol gawang Donaruma.

Berawal dari skema serangan cepat pentrasi Kieran Trippier sukses dimanfaatkan melalui sepakan keras kaki kiri yang tak mampu dibendung kipper Italia. Raheem Sterling dan kolega mampu menguasai permainan keras di paruh pertama.

Tendangan Luke Shaw sukses menjebol gawang Italia yang dijaga Donaruma (net/rmolsumsel.id)

Namun dibabak kedua, Pelatih Roberto Mancini memasukan tenaga baru Domenicco Berardi, Bernadeschi, Bryan Christante dan Locatelli hasilnya serangan Italia lebih menggila. Alhasil Leonardo Bonuci mampu membuat skor menjadi imbang 1-1 setelah mampu memanfaatkan kemelut dari skema tendangan sudut.

Kemelu di mulut gawang Inggris sebelum Leonardo Bunuci sukses mencetak skor penyeimbang untuk Italia. (net/rmolsumsel.id)

Hingga waktu normal dan extra time hasil imbang tetap bertahan hingga laga harus diselesaikan melalui adu tos-tosan. Inggris punya keunggulan ketika eksekutor Harry Kane dan Harry Maguire sukses menjalankan tugasnya. Namun keadaan berbalik ketika Donaruma mampu menepis dua algojo Rashford dan Jadon Sancho.

Sebenarnya The Three Lions masih punya peluang ketika Jordan Pickford sukses menepis penalti Jorginho namun Bukayo Saka tak mampu menejbol gawang Donaruma sehingga Italia menang 3-2 lewat drama adu penalti. Kemenangan Italia lewat drama adu penalti menandakan jika mereka memang layak menyandang Raja Adu Penalti.

Sementara Inggris selalu kurang beruntung ketika menghadapi fase tos-tosan, dari 10 kali adu penalti di turnamen Internasional. Inggris sudah 7 kali kalah lewat skema adu penalti termasuk partai final pagi ini.

"Anak-anak tidak bisa memberi lebih. Penalti adalah perasaan terburuk di dunia ketika Anda kalah. Ini adalah turnamen yang fantastis – kami harus bangga, kami haru menegakan kepala kami. Ini akan menyakitkan sekarang dan akan menyakitkan bagi kamu namun hanya sementara waktu," kata kapten Inggris Harry Kane dari laman UEFA.