Ini Alasan Beni Hernedi Tunjuk Yusuf Amilin Jabat Plt Kadis PUPR Muba

 Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Muba Yusuf Amilin/ist/rmolsumsel.id
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Muba Yusuf Amilin/ist/rmolsumsel.id

Plt Bupati Musi Banyuasin (Muba), Beni Hernedi, langsung menunjuk Yusuf Amilin, sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Muba, menggantikan Herman Mayori yang saat ini ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur. 


"Ya, saya sudah menunjuk Pak Yusuf Amilin sebagai Plt Kepala Dinas PUPR Muba," ujar Beni saat dibincangi usai memimpin rapat koordinasi OPD Muba, Selasa (19/10/2021). 

Penunjukan Yusuf Amilin ini, ungkap Beni, karena pengalaman dan keterkaitan jabatan saat ini. "Beliau saat ini menjabat sebagai Asisten II dan itu (Dinas PUPR) terkait dengan jabatan saat ini. Selain itu, beliau juga berpengalaman," kata dia. 

Setelah penunjukan tersebut, Beni menugaskan Yusuf Amilin untuk melakukan koordinasi internal dan menjalankan seluruh program yang ada saat ini, termasuk memastikan tupoksi dan pelayanan Dinas PUPR Muba segera dan harus cepat berjalan. 

"Saat ini memang terganggu karena tujuh ruang disegel, bila perlu pindah ruangan walaupun cukup sulit karena dalam ruangan yang disegel itu banyak peralatan dan data," jelas dia. 

Sementara, Plt Dinas PUPR Muba, Yusuf Amilin, mengatakan, dirinya akan segera melakukan konsolidasi ke dalam. "Sesuai dengan perintah Plt Bupati, kita lakukan konsolidasi di dalam untuk mengembalikan semangat kawan agar kegiatan tidak berhenti," ucap dia. 

Dikatakan Yusuf, ke depan pihaknya akan mengirimkan surat ke KPK agar segera melakukan percepatan pembukaan segel sejumlah ruangan agar aktivitas dalam berlangsung. "Dalam waktu dekat ini kita akan buat surat ke KPK meminta percepatan pembukaan segel, karena semua peralatan ada di ruangan yang disegel, kami tidak berani membukanya. Untuk sementara kita berkerja di ruang yang ada atau tidak disegel," tandas dia. 

Sekadar informasi, KPK pada Jumat (15/10) melakukan OTT di Kabupaten Muba dan Jakarta. Operasi senyap itu KPK mengamankan dan menetapkan sejumlah tersangka yakni Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Kepala Dinas PUPR Muba Herman Mayori, Kabid SDA Edi Umari dan pihak ketiga Suhandy. 

Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp270 juta dari tangan Herman Mayoritas dan Rp 1,5 miliar yang didapat dari dalam mobil Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin di Jakarta.