Inflasi Dorong Kenaikan Tarif Tol Palindra

Ruas jalan tol Palindra. (Instagram/hk_palindra/rmolsumsel.id)
Ruas jalan tol Palindra. (Instagram/hk_palindra/rmolsumsel.id)

Mulai Sabtu (9/10) pukul 00.00 WIB, ruas tol Palembang – Indralaya (Palindra) akan menerapkan tarif baru. Terjadi kenaikan di kisaran Rp500 sampai Rp1.500 dari tarif lama.


“Perubahan tarif Tol Palindra ini disesuaikan berdasarkan laju inflasi dari BPS, kalau tidak ada laju inflasi tidak ada juga penyesuaian tarif ini,” kata Kepala Cabang Operasional Tol Palindra, Darwan Edison kepada Kantor Berita RMOLSumsel, Jumat (8/10).

Darwan menerangkan, dalam sehari ada sebanyak 5 ribu jumlah kendaraan yang melintasi jalan Tol Palindra.

“Setiap hari kurang lebih ada 5.000 kendaraan yang lewat Tol Palindra. Jenis kendaraan yang paling mendominasi adalah mobil pribadi dengan persentase 95 persen dan mobil angkutan hanya 5 persen,” terangnya.

Plt. EVP Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Dwi Aryono menambahkan, sebelum memberlakukan kenaikan tarif, pihaknya telah menerima masukan dari stakeholder dan pengguna manfaat jalan tol Palindra.

“Dari hasil FGD, semua pihak setuju dengan penyesuaian tarif jalan tol tersebut,” kata Dwi.

Dwi menyampaikan, penyesuaian tarif tol telah diatur berdasarkan regulasi tentang Jalan Tol yang terdapat pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang perubahan keempat atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol di mana disebutkan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.

“Selain penyesuaian tarif tersebut sudah berdasarkan regulasi yang ada, kami selaku pengelola juga sebelumnya sudah melakukan peningkatan SPM (standar pelayanan minimal) dan fasilitas yang ada di jalan tol tersebut,” tuturnya.