Ibu Kota Tonga Porak Poranda Dihantam Tsunami, Belum Ada Laporan Jumlah Korban

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai yang tampak dari gambar satelit. (Net/rmolsumsel.id)
Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai yang tampak dari gambar satelit. (Net/rmolsumsel.id)

Letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai pada Sabtu sore (15/1) mengakibatkan gelombang tsunami yang menghantam negara kepulauan Tonga hingga ke wilayah Jepang. Bahkan ibu kota Tonga, Nuku’alofa porak poranda dan mengalami kerusakan parah akibat diterjang tsunami.


Terputusnya akses komunikasi menyebabkan hingga Minggu pagi (16/1) belum diketahui mengenai adanya korban jiwa atau cedera di lokasi kejadian.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan negara-negara Pasifik dan kelompok-kelompok kemanusiaan untuk membangun komunikasi dengan Pemerintah Tonga.

Sejauh ini, Ardern menyebut pihaknya sudah melakukan kontak dengan Kedutaan Selandia Baru di Nuku’alofa.

“Tsunami memiliki dampak yang signifikan di pantai sisi utara Nuku’alofa dengan perahu dan batu-batu besar terdampar. Nuku’alofa tertutup lapisan debu vulkanik yang tebal, tetapi kondisinya tenang dan stabil,” ujar Ardern kepada wartawan pada Minggu (16/1).

Gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai meletus selama delapan menit pada Sabtu sore (15/1) waktu setempat.

Letusan gunung berapi bawah laut ini terjadi secara teratur dalam beberapa dekade terakhir. Namun letusan kali ini begitu dahsyat sehingga penduduk di beberapa bagian Fiji yang berjarak 800 km, dan di Selandia Baru yang berjarak 2.300 km mengaku mendengarnya.

Dari gambar satelit terlihat gumpalan asap membubung ke udara, sekitar 20 kilometer di atas permukaan laut. Langit di atas Tonga digelapkan oleh abu.

Setelah letusan, gelombang setinggi 1,2 meter menyapu pantai di ibu kota Tonga. Penduduk setempat melaporkan mereka telah melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi, meninggalkan rumah-rumah yang banjir, beberapa dengan kerusakan struktural, dan dengan batu-batu kecil dan abu jatuh dari langit.

Raja Tonga Tupou VI dilaporkan telah dievakuasi dari Istana Kerajaan di Nuku’alofa dan dibawa oleh konvoi polisi ke sebuah vila yang jauh dari garis pantai.