Gagalkan Penyelundupan, KSKP Bakauheni Amankan Ribuan Burung Tanpa Dokumen Resmi

Ribuan burung tanpa dokumen resmi yang hendak diselundupkan/ist
Ribuan burung tanpa dokumen resmi yang hendak diselundupkan/ist

Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni di Lampung berhasil mengamankan sebanyak 2.159 ekor burung tanpa dilengkapi dokumen resmi.


Adapun ribuan ekor burung dari berbagai jenis tersebut dikemas dalam 92 buah paket keranjang plastik warna putih dan 15 (sebelas) buah kardus kecil warna coklat yang disusun rapi di dalam kendaraan Toyota Kijang Innova warna hitam dengan nomor Polisi B 2259 OP.

Mobil dikendarai oleh Syaiful Anwar (43) warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi bersama Selamet Riadi (56) warga Lampung Tengah.

"Burung-burung tanpa Dokumen tersebut kami amankan saat melakukan pemeriksaan rutin kepada para penumpang dan kendaraan yang akan melintas menuju pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni," Kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, melalui KA KSKP Pelabuhan Bakauheni AKP Ridho Rafika, Senin (22/11). 

Menurutnya, ribuan burung tersebut merupakan milik Selamet Riadi yang sedang berada di Pekan Baru Riau dan rencananya akan dikirim ke wilayah Cibubur Jakarta Timur.

Lebih lanjut, guna penyidikan lebih lanjut, pelaku beserta barang bukti berupa 460 ekor burung jenis Jalak Kebo, 975 ekor jenis Ciblek, 400 ekor jenis Gelatik Batu, 100 ekor jenis Pleci, 40 ekor jenis Poksai Mandarin, 40 ekor jenis Srigunting Kelabu.

Lalu, 40 ekor jenis Tepus Lurik, 12 ekor jenis Poksai Mantel, 2 ekor jenis Poksai Hitam/Rambo, 11 ekor jenis cucak jenggot, 13 ekor jenis Kepodang, 32 ekor jenis Tledekan Gunung, 20 ekor jenis Rambatan Loreng Doraemon, dan 14 ekor jenis Pelatuk Bawang sudah diamankan di KSKP Bakauheni.

"Pelaku berikut barang bukti, sudah diamankan guna penyidikan lebih lanjut dan selanjutnya petugas akan melakukan koordinasi bersama Balai Karantina Wilker Bakauheni serta Koordinasi dengan BKSDA Lampung," ujarnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.