Festival Manau Kuning, Wisata Baru Muba Berlatar Belakang Sejarah Perjuangan

Salah satu tarian tampil di Festival Manau Kuning yang diadakan di obyek wisata Manau Kuning, Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Muba. (Humas Pemkab Muba/rmolsumsel.id)
Salah satu tarian tampil di Festival Manau Kuning yang diadakan di obyek wisata Manau Kuning, Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Muba. (Humas Pemkab Muba/rmolsumsel.id)

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengembangkan wisata baru untuk menarik minat wisatawan yakni Festival Manau Kuning yang diselenggarakan di Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya.


Manau Kuning sendiri memiliki sejarah yang penuh dengan nilai-nilai perjuangan. Di mana Sungai Manau Kuning merupakan saksi sejarah perjuangan, tepatnya pada 2 Agustus 1945 terjadi peperangan antara Gerakan Persatuan Pemuda Islam yang dipimpin Laskar Jimbun melawan Belanda tepat di pintu jembatan Manau Kuning, yang sekarang dijadikan lokasi wisata Manau Kuning.

“Sektor pariwisata sangat terpukul akibat pandemi Covid-19 ini, oleh karena itu Pemkab Muba melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata perlu segera melakukan pengembangan di sektor pariwisata. Kita  yakin mampu berperan dalam pemulihan ekonomi,” ujar Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, Selasa (16/11).

Dikatakan Beni, Kabupaten Muba secara geografis memang tidak punya gunung, pantai dan lainnya, tapi punya alam luas yang bisa dikemas sedemikian rupa, sehingga bisa diangkat menjadi obyek wisata.

“Datang dan melihat langsung wisata Manau Kuning saya sangat takjub, suasana yang sejuk dan instagramable. Inilah tren pariwisata masa depan yang patut dicontoh kecamatan lainnya. Karena Kecamatan Jirak Jaya sudah lebih maju dari kecamatan yang lain dalam pengelolaan sektor pariwisata,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Plt Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat dan pengelola obyek wisata untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Ingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Jadi kita harus terus menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam aktivitas pengelolaan obyek wisata ini,” kata Beni.

Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra mengatakan, adanya Festival Manau Kuning mengingatkan kembali, khususnya para kaum muda atas sejarah perjuangan para pahlawan khususnya di Muba.

“Dengan adanya Festival Manau Kuning, paling tidak bisa menggelorakan kembali kegiatan masyarakat dengan tetap mematuhi prokes Covid-19. Untuk bisa masuk ke wisata Manau Kuning, masyarakat diminta untuk menunjukkan kartu vaksin. Jika belum ada maka telah disiapkan stan untuk masyarakat melakukan suntik vaksin, dengan demikian upaya mewujudkan herd immunity dapat tetap dilaksanakan,” ucap Yudi.