Enam Tahun Buron, Terpidana Pencemaran Nama Baik Ditangkap Tim Tabur Kejari Lubuklinggau

Terpidana Imam Ghazali saat diamankan tim Kejaksaan Negeri Lubuklinggau.(foto Istimewa)
Terpidana Imam Ghazali saat diamankan tim Kejaksaan Negeri Lubuklinggau.(foto Istimewa)

Tim tangkap buronan (tabur) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau menangkap Imam Ghazali alias Ali yang merupakan buronan dengan kasus pencemaran nama baik.


Imam, warga Sugi Waras, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan ini sudah 6 tahun buron. Dan selama buron, Imam kabur ke Provinsi Jawa Timur.

"Penangkapan DPO pada pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2023 sekitar pukul 10.00 WIB di wilayah hukum Lubuklinggau," kata  Kajari Lubuklinggau, Bayu Kristianto melalui Kasi Intel, Husni Mubarok

Penangkapan Imam dilakukan pihaknya bersama dengan tim Kejati. Dimana terpidana melanggar Pasal 310 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pencemaran nama baik. 

"Jadi terpidana tersebut sudah di putus pada tanggal 31 Mei 2017. Adapun putusan tersebut pidana penjara 5 bulan," ujarnya.

Namun pada saat akan dilakukan eksekusi, terpidana malah kabur. Dan selama kabur terpidana berada di Jawa Timur.

Adapun pencemaran nama baik itu dilakukan terpidana terhadap korbannya Syamsuri, petani, warga Desa Sugi Waras, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas.

"Mencemarkan nama baik dengan menuduh Syamsuri telah menghamili Suratmi," jelasnya.

Atas tuduhan itu kemudian korban Syamsuri melapor. Lalu terpidana Imam Ghazali diputus dengan melanggar Pasal 310 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pencemaran nama baik. 

"Jadi kami monitor pada hari ini kebetulan terpidana ini ada di Lubuklinggau, maka kita berkoordinasi dengan pihak Kejati untuk melalukan penangkapan terhadap DPO ini," pungkasnya.