Dua Rumah di Palembang Terbakar Saat Ditinggal Kerja

Kondisi rumah yang ludes terbakar. (Mita Rosnita/rmolsumsel.id)
Kondisi rumah yang ludes terbakar. (Mita Rosnita/rmolsumsel.id)

Diduga karena korsleting listrik sebanyak dua rumah di Jl. Pangeran Sidoing Lautan, Lorong Kedukan Bukit 2 RT. 10 RW. 03 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB II Palembang ludes terbakar ketika ditinggal bekerja oleh pemilik rumah, Rabu (4/5).


Salah satu pemilik rumah, Tori Ardiansyah (21) mengatakan ketika kebakaran terjadi dirinya mendapatkan informasi melalui panggilan seluler dari seorang saksi yang melihat persis saat api melahap rumahnya.

"Saya baru sampai ditempat kerja, tiba-tiba dapat telpon kalau rumah kami terbakar. Mereka bilang kalau sumber api dari rumah kami," katanya saat dibincangi.

Minimnya akses jalan untuk menjangkau lokasi kebakaran, Kantor Berita RMOLSumsel memantau proses pemadaman hanya dilakukan oleh warga sekitar dengan menggunakan alat seadanya.

"Tidak ada damkar yang datang, karena akses kesini sempit jadi tidak akan memungkinkan. Jadi tadi warga sini bantu memadamkan api pakai ember dan pancuran dari masjid yang disebelah rumah," sambungnya.

Kebakaran yang terjadi sekira pukul 10.00 WIB itu diketahui tidak menyisakan sedikitpun barang milik Toni yang juga diketahui dirinya tinggal bersama ayah dan ibunya.

"Karena rumah kami ini hampir seluruhnya kayu, api dengan cepat menyambar barang-barang dan tidak tersisa satupun kecuali baju di badan. Tapi kami memastikan kalau sebelum pergi aliran listrik aman," pungkasnya.

Selain Tori, Amril Hidayat (49) juga turut mengalami kesedihan yang sama, pasalnya rumah dia yang berdempetan dengan kediaman Tori juga rata dilahap sijago merah.

"Saat rumah sebelah yang merupakan rumah kakak saya terbakar, kami sekeluarga lagi berada di dalam rumah. Melihat api, kami langsung bergegas keluar rumah," terangnya.

Sehingga dia beserta istri dan anaknya meminta pertolongan warga setempat untuk mengambil air persawahan yang tepat berada di depan rumahnya.

"Alhamdulillah api bisa padam setelah 1,5 jam dibantu warga, barang semua sudah ludes," ujarnya.

Terakhir dia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada keluarga mereka, mengingat saat ini mereka tak lagi punya rumah untuk berteduh.