Delapan Kelompok Riset SMP N 6 Sekayu Melaju ke LPB Tingkat Nasional

Kelompok riset di SMPN 6 Sekayu. (Istimewa/rmolsumsel.id)
Kelompok riset di SMPN 6 Sekayu. (Istimewa/rmolsumsel.id)

Prestasi membanggakan diraih SMP N 6 Sekayu, dimana delapan kelompok riset atau peneliti yang diikutsertakan dalam Lomba Penelitian Belia (LPB) tingkat Provinsi Sumsel mampu meraih delapan peringatan juara.


"Kita mengirimkan delapan kelompok untuk mengikuti LPB 2021 se-Sumsel. Hasilnya, semua kelompok tersebut dinyatakan masuk ke dalam nominasi juara. Mulai dari juara 3, juara harapan 1, hingga juara harapan 3," ujar Kepala Sekolah SMP N 6 Sekayu, Muri, Sabtu (30/10).

Dengan hasil yang dicapai itu, kata Muri, ke delapan kelompok LPB tersebut akan melaju ke tingkat nasional yang digelar pada November mendatang. "Kita sangat mengapresiasi para peserta lomba dan guru pendamping yang berhasil dalam LPB tingkat provinsi ini," jelas dia. 

Bukan hanya itu, sambung dia, prestasi juga didapat dua kelompok KOPSI di bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, serta bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni yang melaju masuk ke 40 besar tingkat nasional yang sekarang menunggu hasil pengumuman. 

"KOPSI adalah kompetisi karya ilmiah yang secara berkala diadakan oleh Kemendikbudristek dan berskala nasional. Prestasi ini karena peranan inisiasi program Sekolah berbasis Riset yang merupakan program unggulan SMPN 6 Unggul Sekayu. Program ini tertuang pada visi dan misi sekolah dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan sekolah," beber dia. 

Untuk memaksimalkan sekolah berbasis riset, SMPN 6 Unggul Sekayu membentuk dewan riset sebagai wadah dalam mengembangkan dan membudayakan peserta didik untuk berpikir secara ilmiah dan berbudaya riset. "Riset yang dilakukan oleh peserta didik pada umumnya berdasarkan masalah yang berasal dari lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat," kata dia. 

Dalam memaksimalkan karya ilmiah SMPN 6  Unggul Sekayu didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin ini, sekolah melakukan pendampingan untuk guru dan siswa, terkait tentang Penulisan Karya Ilmiah, pengumpulan informasi dan sumber data hingga tahap pembahasan dan kesimpulan. 

Dewan Riset Sekolah membentuk guru pendamping melalui SK penetapan guru pembimbing dan peserta program riset sekolah. "Kebijakan sekolah menyatakan bahwa peserta didik di SMPN 6 Unggul Sekayu harus pernah menulis minimal 1 karya ilmiah selama 3 tahun bersekolah, baik secara individu ataupun kelompok maksimal 2-3 orang. Hal ini dimaksudkan untuk menjaring bibit unggul serta mengembangkan budaya riset di sekolah," tandas dia.