Dalami Kasus Mega Korupsi Tambang Batubara, Kejati Sumsel Periksa Tiga Saksi

Gedung Kejati Sumsel/ist
Gedung Kejati Sumsel/ist

Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel kembali mendalami kasus tidak dipenuhinya kewajiban terkait aktivitas penambangan jenis batu bara yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah.


Dari informasi yang dihimpun, penyidik diketahui melakukan pemeriksaan tiga saksi di Gedung Kejati Sumsel, Rabu (12/6). Diantaranya, ST selaku mantan Kasi Pengelolaan Dan Konservasi Distamben Lahat periode 2010-2013.

Selain itu penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap BK yang diketahui Komisaris PT NAL periode 2010-2013 dan RM selaku Direktur Utama PT LCC perioden 2010-2013.

"Hari ini penyidik kembali melakukan pemeriksaan tiga saksi diantaranya ST, BK dan RM. Ketiganya diperiksa sebagai saksi guna mendalami perkara tidak dipenuhinya kewajiban terkait aktivitas penambangan jenis batu bara," ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka dibincangi awak media.

Lebih lanjut Vanny mengatakan, ketiga saksi menjalani pemeriksaan dari pukul 09.30 WIB dengan agenda lebih kurang 20 pertanyaan dari penyidik terkait aktivitas pertambangan.

"Dalam penyidikan perkara ini kedepan saksi-saksi tetap akan diagenakan pemeriksaannya. Sebab penyidikannya kini sudah dalam tahap penyidikan umum," jelasnya.

Dari data yang dihimpun, sebelumnya sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa dalam penyidikan perkara tersebut. Diantaranya; pada Senin (10/6/2024) LP selaku Kasi Pengawasan Teknis pada Dinas Pertambangan dan Energi (Periode 2010-2013) dan SP selaku HSE pada PT ABS (periode 2011-2014) diperiksa Kejati Sumsel.

Lalu pada Rabu (29/5/2024), ES Direktur PT ABS, B mantan Direktur PT ABS (2010-2012) dan G mantan Direktur PT ABS (2010) diperiksa oleh Kejati Sumsel.

Kemudian pada Selasa (28/5/2024) I mantan Kabid Pertambangan Umum ESDM Sumsel periode 2010-2016, K mantan Kabid Pertambangan Umum ESDM Lahat periode 2010-2014 diperiksa oleh Kejati Sumsel.

Pada Rabu (15/5/2024) AS mantan Direktur Keuangan PTBA tahun 2010-2013, MJ mantan Direktur Niaga PTBA 2010-2013, MS mantan GM PTBA tahun 2010-2012, W mantan GM PTBA tahun 2013 dan SC Senior Vice President Perencanaan PTBA diperiksa Kejati Sumsel.

Sedangkan pada Selasa (14/5/2024), AS mantan Kabid Teknik dan Penerimaan Dinas ESDM Sumsel periode tahun 2017-2020 diperiksa Kejati Sumsel dan pada Selasa (30/4/2024) SRA mantan Direktur PT ABS juga diperiksa Kejati Sumsel.

Sementara pada Selasa (23/4/2024), Kejati Sumsel memeriksa DS dari Dinas Lingkungan Hidup Sumsel, HS dari Dinas ESDM Sumsel dan IZ mantan Kabid ESDM Pemprov Sumsel, dan pada Rabu (24/4/2024) RH mantan Kepala Dinas ESDM Sumsel, EC Mantan Kadis DLH, dan YHT mantan Plt Kadis ESDM tahun 2020 juga diperiksa Kejati Sumsel.

Selanjutnya pada Kamis (25/4/2024), tiga mantan Manajer PT Bukit Asam (PTBA) tahun 2013 dengan inisial SSB, SK dan DP diperiksa Kejati Sumsel.