Dalami Kasus IUP Pertambangan Tanah Bumbu, KPK Panggil Petinggi PT Prolindo Cipta Nusantara

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri/ist
Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri/ist

Dua orang dari PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai upaya pendalaman kasus dugaan suap terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).


Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, hari ini, Selasa (27/9), tim penyidik memanggil dua orang sebagai saksi untuk tersangka Mardani H. Maming (MM) selaku Bupati Tanah Bumbu periode 2010-2015 dan 2016-2018.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," ujar Ali kepada wartawan, Selasa siang (27/9).

Kedua saksi yang dipanggil, yaitu Christian selaku Direktur PT PCN sejak 2021-sekarang; dan R. Rezy Ernaz Christa Satriya selaku Staf Keuangan PT PCN sejak 2013-sekarang.

Untuk saksi Christian, sebelumnya juga sudah diperiksa oleh tim penyidik pada Selasa (13/9). Dia dicecar tim penyidik terkait dengan dugaan adanya penerimaan sejumlah uang oleh tersangka Maming melalui beberapa perusahaan pertambangan di Tanah Bumbu yang masih berada di bawah kendali tersangka Maming.

Maming yang juga merupakan Ketua Umum (Ketum) BPP HIPMI periode 2019-2022 resmi ditahan KPK pada Kamis (28/7) setelah menyerahkan diri usai menjadi buronan KPK.

Dalam perkaranya, Maming saat menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu periode 2010-2015 dan 2016-2018 memiliki wewenang yang satu di antaranya memberikan persetujuan IUP operasi dan produksi (OP) di wilayah Pemkab Tanah Bumbu.