Cadangan Minyak Baru Ditemukan di Muara Enim, Produksinya Hampir 2.000 Barel per Hari

Ilustrasi pengeboran minyak. (ist/rmolsumsel.id)
Ilustrasi pengeboran minyak. (ist/rmolsumsel.id)

Cadangan minyak dan gas (migas) baru ditemukan di Desa Melilian, Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.


Dari hasil pengeboran ditemukan kandungan minyak sebesar 1983 BOPD dan gas 1.3 MMSCFD dengan tekanan tubing 150 psi, Jumat (4/10).

Kepala perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, mengatakan, ada kemungkinan terjadi penambahan produksi pengeboran hingga mencapai 2000 BOPD minyak karena tekanan tubing masih meningkat hingga 600 psi.

“Kami sudah mengecek dan Sele Raya sudah melakukan  flowrate selama 1 jam untuk zona test 1 sumur SAS-1 dan kondisinya sangat bagus,” kata Anggono, Sabtu (5/11).

Saat ini, menurut Anggono, KKKS Sele Raya dengan supporting Divisi Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel tengah melakukan MIT (Modified Isochronal Test) untuk mengetahui flowrate dan perkembangan sumur SAS-1.

Pekan depan hingga akhir November, SKK Migas dan Sele Raya Belida akan melakukan prerforasi atau pelubangan lapisan semen dan diharapkan mendapat temuan cadangan lebih bagus lagi. 

Sementara itu, Kepala Divisi Operasi Pengeboran dan Perawatan Sumur, Surya Widyantoro, mengatakan temuan minyak dan gas melalui sumur SAS-1 di Gelumbang Kabupaten Muara Enim merupakan angin segar bagi industri hulu migas untuk terus melakukan eksplorasi secara masif, agresif dan efisien

“Temuan minyak dan gas oleh KKKS Sele Raya Belida merupakan salah satu bukti bahwa industri ini, sangat concern untuk peningkatan produksi migas nasional dengan melakukan eksplorasi,” kata Surya, Sabtu (05/11).

Surya menambahkan, temuan ini bisa menjadi penyemangat pekerja industri migas dan KKKS lainnya untuk terus melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas guna mengejar target 1 Juta barel minyak dan 12 miliar kakikubik gas di tahun 2030.