Buruh di Palembang Suarakan Penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja

Penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja masih terus berlanjut, jika sebelumnya ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se- Sumsel kali ini giliran buruh yang melancarkan aksi unjukrasa di kawasan Simpang Lima DPRD Sumsel.


Tampak puluhan buruh mulai mendekati gedung DPRD Sumsel, sambil berorasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Sekira dua jam berorasi massa buruh berbaju merah ini meninggalkan lokasi. Sementara aparat kepolisian terus berjaga-jaga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi unjukrasa siang ini akan dilancarkan mahasiswa Sumsel dengan tuntutan yang sama.

Aksi unjukrasa ini pun membuat sejumlah ruas jalan di Kota Palembang terpaksa ditutup oleh aparat kepolisian. Pantauan RMOLSUMSEL, sejumlah ruas jalan yang ditutup diantaranya ruas jalan Angkatan 45, Jalan POM IX, Jalan Kapten A Rivai dan Jalan Radial.

Penutupan ruas jalan ini berlangsung sejak pagi hingga siang ini akses jalan belum dibuka, sehingga kendaraan diminta untuk menghindari rute jalan yang dilakukan penutupan sementara.

Bahkan traffic light Simpang Lima DPRD Sumsel tidak difungsikan karena terjadinya penutupan jalan menggunakan kawat berduri. Selain itu kendaraan watercanon juga diparkir diruas jalan.