BPKARSS Sediakan Working Space di Kereta LRT Sumsel

Kepala BPKARSS, Prih Galih saat dibincangi awak media. (ist/rmolsumsel.id)
Kepala BPKARSS, Prih Galih saat dibincangi awak media. (ist/rmolsumsel.id)

Fasilitas di kereta Light Rail Transit (LRT) Sumsel terus ditambah. Rencananya, kereta api ringan pertama di Indonesia tersebut bakal dilengkapi dengan working space. Hal ini juga menegaskan LRT Sumsel sebagai angkutan modern, aman, nyaman dan sehat.


Kepala Balai Pengelola KA Ringan Sumsel, Prih Galih mengatakan, working space untuk menjawab kebutuhan masyarakat Sumsel khususnya kaum milenial atau pekerja. “Penumpang bisa bekerja selama menempuh perjalanan di kereta,” ujar Prih Galih, Senin (27/12).

Dia mengatakan, penumpang kereta LRT Sumsel saat ini terus mengalami peningkatan setiap harinya. Hal ini disebabkan keberadaan LRT Sumsel yang menjadi moda transportasi aman dan nyaman. Terlebih di musim hujan saat ini. Angkutan LRT Sumsel banyak diburu warga.

Kereta LRT sendiri disuplai dengan daya listrik 750 VDC dengan aliran melalui rel ketiga atau third rail. Rel ketiga sebagai saluran listrik yang menyediakan catu daya ke rolling stock menggunakan sistem aliran bawah.

“Dengan sistem tersebut, memungkinkan kita tetap aman walau terkena air hujan. Selain itu juga kabel-kabel juga sudah kita bungkus untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Kemudian untuk memastikan keamanan ditengah hujan, Jalur LRT yang memiliki panjang 24,3 Kilometer dengan jumlah stasiun sebanyak 13 buah dilengkapi dengan penangkal petir yang dipasang dibeberapa titik disepanjang jalur.

Pemasangan tersebut guna mengantisipasi sambaran petir ketika hujan, sehingga meskipun diguyur hujan LRT tetap bisa beroperasi.

“Maka kami sampaikan kepada masyarakat agar jangan khawatir untuk menggunakan jasa angkutan LRT meski ditengah hujan, karena sudah kami antisipasi sehingga keselamatan penumpang sudah kita jamin,” tandasnya.