Bejan Predator Anak Dijebloskan ke Lapas Pakjo Palembang

Tersangka Bejan saat menjalani tahap II di Kejati Sumsel/Foto:Kasipenkum
Tersangka Bejan saat menjalani tahap II di Kejati Sumsel/Foto:Kasipenkum

Tersangka predator anak dibawah umur ini, tetap berkelit saat tim JPU Kejati Sumsel menginterogasi dengan dasar berkas perkara dan barang bukti yang dilimpahkan penyidik Polda Sumsel.


Ketika dikonfirmasi, Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari, membenarkan tersangka predator anak dibawah umur telah dilimpahkan ke JPU Kejati Sumsel atau dengan istilah tahap II.

"Sudah tahap II, tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke jaksa Kejati Sumsel," ungkap Vanny.

Setelah dilakukan tahap II ini, lanjut Vanny, tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Pakjo Palembang guna proses hukum selanjutnya.

Sementara, sambung Vanny terhadap berkas perkara tersangka bakal segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang untuk disidangkan.

Vanny juga mengatakan, tersangka predator anak ini sebagaimana berkas perkara yang diterima telah melakukan rudapaksa terhadap 5 orang korban anak dibawah umur.

Adapun 5 korban anak yaitu dengan inisial MAF (usia 8 Tahun), AB (usia 8 Tahun), DA (usia 10 Tahun), AH (usia 11 Tahun) dan DAP (usia 13 Tahun).

"Waktu kejadiannya berbeda-beda, Anak korban MAF usia 8 tahun terjadi sekitar bulan Agustus 2007, untuk korban AB itu pada tahun 2019 untuk anak DA itu pada tahun 2019," bebernya. 

"Lalu korban anak AH itu sekitar bulan Desember tahun 2022. Sedangkan untuk anak DAP itu pada tahun 2022 pada saat anak itu di kelas 7," bebernya kembali.

Atas perbuatannya tersangka Bejan diancam pidana dalam Pasal 82 ayat (1), dan (4) Jo. Pasal 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Dalam Undang-Undang tersebut tersangka terancam maksimal pidana 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp15 miliar,"katanya kembali.