Begini Cara DKP Berkesenian di Masa Covid-19

Dewan Kesenian Palembang (DKP) masih terus menunjukan konsistensinya dalam berkesenian. Untuk mengisi kegiatan Hari Kemerdekaan, DKP menggelar berbagai kegiatan dengan konsep Art Normal.


Salah satunya menyikapi persoalan peristiwa teater dalam masa Covid-19. Banyak yang tumpang tindih dari seniman teater memindahkan panggung ke bentuk virtual.

Pelaksana kegiatan Nasir Lubay menjelaskan,
Dewan Kesenian Palembang Komite Teater, mencoba membaca problematika ini, dalam bentuk diskusi, silaturahmi, dan gelar karya dalam rangkaian kegiatan acara Art Normal dengan tema Iklim Kesenian Menuju Kenormalan Baru.

Semua kegiatan ini akan dilaksanakan secara virual dan tatap muka dengan tetap mengikuti arahan protokol. Diantaranya diskusi virtuan dengan menghadirkan Thonthowi Herijum Eka Permana (Toton Da'i Permana) seorang penulis sekaligus sutradara teater berasal dari Palembang. Marhalim Zailani,
Ketua Asosiasi Seniman Riau dan Suku Seni dari Pekanbaru, Riau.

Kemudian Mahatma Muhammad, seorang sutradara teater dan aktif di Komunitas Seni Nan Tumpah, yang berasal dari Padang.

Kegiatan yang berlangsung pada 17 Agustus ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan teater Virtual
Perfomance Monolog dari Vicky dengan judul Takut.

"Pertunjukan ini adalah satu peserta yang lolos dalam event jejak aktor virtual yang diadakan oleh Kemendikbud yang akan di siarkan secara Live Streaming serta dipandu dua seniman muda potensial Sumsel yakni Cek One dan Randi," terang Nasir.