Bareskrim Polri Periksa Prof Saparudin, Stafsus Gubernur Babel yang Batal Diangkat Jadi Komisaris Independen Bank SumselBabel

Gedung Subarkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel . (fauzi/rmolsumsel.id)
Gedung Subarkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel . (fauzi/rmolsumsel.id)

Tim penyidik Bareskrim Polri melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi yang hadir saat pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank SumselBabel (BSB) di Pangkal Pinang, 9 Maret 2020 lalu. Kali ini, saksi yang diperiksa Prof Saparudin. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Subarkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Rabu (24/1/2024). 


Dia adalah Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Babel yang dicalonkan sebagai Komisaris Independen hasil RUPS-LB BSB di Pangkal Pinang yang diduga telah dimanipulasi. Hingga di kemudian hari, dirinya batal diangkat pada RUPS-LB 2021 di Palembang. 

Saparudin yang mengenakan baju kemeja putih ditemani kuasa hukumnya tiba di Polda Sumsel sekitar pukul 10.15 WIB langsung masuk ke dalam gedung Subarkah.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap saksi kasus dugaan manipulasi RUPS-LB BSB tahun 2020 masih berlangsung di Gedung Krimsus Polda Sumsel. Sementara awak media masih menunggu pemeriksaan selesai. 

Sempat Kecewa Batal Dicalonkan 

Prof Saparudin Masyarif atau biasa disapa Prof Udin sempat mengutarakan kekecewaannya kepada media terhadap hasil RUPS-LB BSB yang digelar di Palembang pada tanggal 21 Januari 2021 lalu. Kekecewaan tersebut lantaran dalam agenda RUPS-LB tersebut, hanya ada penetapan jajaran direksi dan tidak mengagendakan pengangkatan komisaris independen.

"Mengapa penetapan dan pengangkatan saya tidak diagendakan di dalam RUPS-LB seperti tertera dalam undangan RUPS-LB yang disampaikan oleh BSB ke publik. Yang saya ketahui berdasarkan peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahwa seorang calon Komisaris yang telah dinyatakan layak oleh OJK, diangkat dalam RUPS," kata Prof Udin seperti dilansir dari wowbabel.com. 

Saparudin sendiri dicalonkan oleh RUPS-LB BSB pada bulan April tahun 2020 sebagai calon Komisaris Independen BSB. Sebelum dicalonkan sebagai Komisaris Independen dalam RUPS-LB tersebut, Prof Udin telah lulus uji kompetensi manajemen risiko level 1 dan 2 untuk komisaris. Kemudian atas permintaan dari BSB, Prof Udin mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dari BSB dan LPPI dan dinyatakan layak.

Atas permintaan dari BSB ke OJK, Prof Udin mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Hasilnya dinyatakan layak oleh OJK sebagai Komisaris Independen BSB. Berdasarkan peraturan OJK bahwa seorang calon Komisaris yang telah dinyatakan layak oleh OJK, diangkat oleh RUPS.