Alex Noerdin Bantah Terima Aliran Uang dari Pembangunan Masjid Sriwijaya

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dihadirkan langsung di Pengadilan Tipikor Palembang/Foto: Humaidy Kennedy
Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dihadirkan langsung di Pengadilan Tipikor Palembang/Foto: Humaidy Kennedy

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya, di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (19/5).


Sama seperti sebelumnya, kali ini Alex dihadirkan langsung di muka persidangan bersama Muddai Madang dengan agenda saling bersaksi dan pemeriksaan terdakwa. 

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Yoserizal SH MH, pria yang pernah menjabat Gubernur Sumsel dua periode itu membantah sejumlah aliran uang. 

Bantahan itu langsung dilontarkan setelah dirinya dicecar pertanyaan oleh JPU Kejati Sumsel, terkait dua surat kopelan (kertas kecil) yang ditemukan di rumah terpidana Eddy Hermanto dari terpidana Syarifuddin.

Sebagaimana dimaksud JPU, kolelan itu ditemukan saat penggeledahan dirumah terpidana Syarifuddin yang mana ditemukan ada dua barang bukti kopelan bertuliskan untuk Sumsel 1 senilai Rp2,5 miliar serta senilai Rp2,3 miliar.

Dengan tegas, Alex membatahnya, dengan menyebut tidak tahu menahu apa maksud isi dari kopelan yang ditemukan saat penggeledahan tersebut.

"Saya benar-benar tidak tahu maksud dari kopelan itu pak Jaksa, bahkan seingat saya dalam persidangan Eddy Hermanto, ketua RT pun memberikan kesaksian tidak ada ditemukan catatan itu, padahal saat penggeledahan ketua RT tersebut juga ikut," jawab Alex di persidangan.

Dirinya juga mengungkapkan rasa herannya atas berbagai hal yang dia nilai sebagai sebuah tudingan di persidangan, termasuk diantaranya menerima sejumlah uang serta tudingan bahwa dirinya menyewa sebuah helikopter.

"Untuk apa saya menyewa helikopter, sementara faktanya helikopter itu kami pinjam dari beberapa perusahaan besar yang ada di Provinsi Sumsel, itu saya merasa sangat aneh," ungkapnya.

Dia juga menyampaikan sebagaimana pertanyaan tim penasihat hukum Nurmalah SH MH menyinggung soal dakwaan penuntut umum berbeda, yang mana dalam dakwaan Eddy Hermanto Cs Alex Noerdin didakwa menerima kurang lebih Rp2,4 miliar, sementara dalam dakwaannya sendiri, Alex Noerdin disebut telah menerima aliran dana sebesar Rp4,34 miliar lebih.

"Demi Allah, tidak ada satu sen pun saya terima uang," ujarnya.

Untuk itu dia meminta kepada majelis hakim Tipikor Palembang agar perkara ini cepat selesai agar nilai dakwaan terhadap dirinya bisa naik lebih tinggi lagi. "Saya berharap sidang ini cepat selesai yang mulia, takutnya nanti yang dituduhkan kepada saya naik lagi, saya khawatir nanti bisa jadi  naik lagi sampai Rp10 miliar," pungkasnya.