Afiliasi Al-Qaeda Klaim Bunuh Empat Tentara Bayaran Rusia di Mali

Ilustrasi teroris. (Istimewa/net)
Ilustrasi teroris. (Istimewa/net)

Sebuah kelompok teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda mengklaim, telah membunuh empat tentara bayaran dari kelompok keamanan swasta Rusia Wagner dalam penyergapan di Mali Tengah.


Kelompok Teroris (GSIM), Aliansi militan utama di Sahel dalam sebuah pernyataannya, mereka menyergap sekelompok tentara Wagner pada Sabtu. Dimana, saat itu mereka mengendarai sepeda motor di wilayah Bandiagara dari Desa Djallo menuju pegunungan. Mereka membunuh empat dari kelompok itu, sementara sisanya melarikan diri.

Salah satu pejabat setempat yang enggan disebutkan namanya mengakui ada orang tewas pada akhir pekan oleh teroris di dekat Bandiagara. "Empat orang Rusia tewas oleh teroris di dekat Bandiagara," katanya dikutip dari AFP.

Selain itu, pihak rumah sakit di wilayah tersebut juga mengkonfirmasi kematian dalam pertempuran empat orang Rusia tersebut. "Satu telah melewati rumah sakit Mopti," katanya.

Rusia telah menjadi sekutu dekat junta yang berkuasa di Mali dalam perjuangannya melawan pemberontakan teroris yang sudah berlangsung lama.

Rezim telah membawa pejuang paramiliter Rusia digambarkan oleh Bamako sebagai instruktur militer tetapi oleh negara-negara Barat sebagai tentara bayaran untuk mendukung angkatan bersenjata yang terkepung.

Pengerahan mereka adalah faktor kunci dalam mendorong Prancis, bekas kekuatan kolonial Mali dan sekutu tradisionalnya, untuk menarik pasukan militernya keluar dari negara itu.

GSIM, yang pengaruhnya di lapangan terus meluas, mencakup banyak sekali kelompok teroris dan beroperasi terutama di Mali dan negara tetangga Burkina Faso.