38 Hari Dirawat, Kondisi Istri Kopda Muslimin Mulai Membaik

 Kondisi Rina Wulandari (35) istri Kopda Muslimin yang menjadi korban penembankan oleh orang suruhan suaminya sendiri. Saat ini, kondisi Rina telah mulai membaik dan diperbolehkan pulang. (Foto:RmolJateng.id)
Kondisi Rina Wulandari (35) istri Kopda Muslimin yang menjadi korban penembankan oleh orang suruhan suaminya sendiri. Saat ini, kondisi Rina telah mulai membaik dan diperbolehkan pulang. (Foto:RmolJateng.id)

Kondisi Rina Wulandari (35) yang merupakan istri Kopda Muslimin sekaligus korban penembakan oleh orang suruhan suaminya tersebut kini telah mulai membaik setelah menjalani perawatan selama 38 hari di rumah sakit.


Rina sebelumnya menjalani perawatan di  Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Kariadi Setelah mengalami luka tembak oleh orang suruhan Kopda Muslimin.

Sementara, Kopda Muslimin pun memilih bunuh diri dengan menenggak racun usai aksinya tersebut terbongkar setelah empat orang suruhannya tersebut tertangkap.

Direktur Pelayanan Medis RSUP Dr Kariadi Agoes Oerip Purwoko mengatakan, Rina telah diijinkan pulang karena dinyatakan pulih oleh tim dokter.

Rina sempat mengalami luka di bagian dinding perut akibat tembakan senjata api sebanyak dua kali.

“Secara umum kondisi terakhir baik, tekanan darah kemudian suhu, frekuensi jantung baik, luka operasi juga baik, jadi kemudian aktivitas Bu Rina juga sudah mulai beraktivitas, jadi secara umum tidak memerlukan perawatan lagi sehingga bisa pulang ke rumah, kemudian di rumah harus istirahat, kemudian ada obat-obatan yang harus diminum di rumah,” jelas Oerip, Selasa (20/8).

Kepulangan Rina pun disambut K langsung oleh ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV Diponegoro Novita Widi Prasetiono.

Dalam penyambutan ini, Novita berharap Rina tetap selalu kuat dan semangat untuk melanjutkan membesarkan dan mendidik ketiga anaknya. Rina pun diminta tidak berkecil hati dan merasa sendiri karena pihak Persit Kodam IV Diponegoro, Kodim Kota Semarang, Arhanud serta Pemkot Semarang akan senantiasa mendampingi Rina dan keluarga.

Seperti diketahui, Rina Wulandari ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya Jalan Cemara 3 Banyumanik Semarang pada 18 Juli.

Dari hasil penyelidikan terungkap pelaku penembakan yang berjumlah empat orang ternyata disuruh oleh suami Rina yakni Kopda Muslimin yang langsung kabur dan akhirnya memilih bunuh diri menenggak racun di rumah orang tuanya di Kendal pada Kamis (28/7).