Jangan Benci Trump, Moore Ramalkan Dia Menangi Pilpres Ini

Inilah kegusaran seorang Michael Moore. Dia tidak mau Donald J Trump memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), yang tinggal menghitung hari. Pembuat film liberal ini memperingatkan bahwa sang petahana adalah 'jenius jahat' yang bisa mencari cara untuk memenangkan pemilihan ulang.


Moore juga mengatakan walau kandidat dari Demokrat Joe Biden selalu memimpin di setiap jajak pendapat, ia meyakini perolehan itu tidak akurat. 

Direktur sayap kiri itu mengatakan, bahwa pemilihan 2020 mulai terlihat sangat mirip dengan tahun 2016, ketika lembaga survei memperkirakan Hillary Clinton akan menang telak, yang membuat kandidat Demokrat itu menghentikan kampanyenya di Wisconsin dan Michigan, dua negara bagian yang kemudian dia kalahkan, karena sudah berpuas diri. 

"Biden cukup banyak melakukan apa yang Hillary lakukan,” kata Moore pada Kamis, seperti dikutip dari The Hill, Jumat (30/10/20). 

“Dia datang ke Michigan beberapa kali, tapi dia tidak datang selama 10 hari terakhir. Saya pernah bertanya 'Di mana Joe Biden? Mengapa Biden tidak datang ke Michigan?'" cerita Moore. 

"Ingat, Hillary tidak datang ke Michigan, bukan ke Wisconsin? Mengapa Pence ada di Flint tempo hari? Mengapa Trump di Lansing, Trump di Muskegon? Trump di mana-mana!" lanjut Moore. 

Moore, yang melejit dengan karyanya 'Roger and Me', mengatakan pasti ada pemilih Trump yang tersembunyi di luar sana. Moore juga menyoroti suara Biden yang selalu unggul di tiap jajak pendapat. 

"Itu semua berita palsu bagi mereka, ingat. Ini bukan hitungan yang akurat," pesannya. Trump, kata Moore, lebih pintar dari kita semua. 

"Saya bangun setiap pagi dengan asumsi bahwa Trump percaya dia akan menang dan itu cukup baik untuk saya," kata sutradara kelahiran Michigan ini. 

“Dia pikir dia akan menang, dan saya tahu dia jenius yang jahat. Dia lebih pintar dari kita semua. Dan saya tahu orang-orang tidak suka mendengarnya, saya minta maaf." Minggu lalu, Moore menulis dalam sebuah posting Facebook bahwa antusiasme untuk Trump "sudah tidak lagi berkembang." 

“Maaf harus memberikan pemeriksaan realitas lagi, tetapi ketika pemungutan suara CNN mendaftarkan pemilih pada bulan Agustus hanya di negara bagian, Biden dan Trump berada dalam ikatan virtual. Di Minnesota, 47-47. Di Michigan, di mana Biden memiliki keunggulan besar, Trump telah menutup jarak menjadi 4 poin,” tulis Moore. “

"Apakah Anda siap untuk kemenangan Trump? Apakah Anda siap secara mental untuk diakali oleh Trump lagi? Apakah Anda merasa nyaman dengan kepastian bahwa Trump tidak mungkin menang? Apakah Anda puas dengan kepercayaan yang Anda berikan pada DNC untuk melakukan ini? ”

 Pada 2016 Moore telah memprediksi Trump akan menang. Dalam sebuah artikel yang dia posting di situsnya, dia menguraikan lima alasan mengapa Trump akan menang. 

"Saya menyesal menjadi pembawa berita buruk, tetapi saya memberikannya langsung kepada Anda musim panas lalu ketika saya memberi tahu Anda bahwa Donald Trump akan menjadi calon presiden dari Partai Republik," urainya. 

"Dan sekarang saya memiliki berita yang lebih mengerikan dan menyedihkan untuk Anda: Donald J. Trump akan menang pada bulan November ini! tegas Moore. 

"Badut paruh waktu yang malang, bodoh, berbahaya, dan sosiopat penuh waktu ini akan menjadi presiden kita berikutnya. Presiden Trump. Silakan dan ucapkan kata-katanya, karena Anda akan mengucapkannya selama empat tahun ke depan: 'PRESIDENT TRUMP'," tulisnya.