Wow Seru, Sensasi Semi Offroad di Punti Kayu

saat pengunjung mencoba semi offroad dengan mobil jeep / rmolsumsel
saat pengunjung mencoba semi offroad dengan mobil jeep / rmolsumsel

Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu kini memiliki wahana baru dengan sensasi yang seru dan sedikit menegangkan. Tentunya hal ini untuk menarik wisatawan dalam berkunjung ke TWA Punti Kayu.


Wahana tersebut ialah semi offroad dengan menggunakan mobil jeep jenis Land Rover tahun 1952 dan Land Rover 1960. Saat kita diajak petualang (adventure) dengan mobil tersebut, kita akan merasakan ketegangan saat melintasi track khusus yang telah disediakan.

Kali ini untuk mengembangkan wahana tersebut, pihak TWA Punti Kayu bekerjasama dengan Komunitas Jeep Indonesia (KJI).

Salah satu pemilik mobil jeep untuk offroad di Punti Kayu, Ican mengatakan, saat ini pihaknya hanya menggunakan dua mobil jeep. Namun itu semua sesuai kebutuhan, apabila pengunjung ramai bisa menggunakan banyak mobil.

"Kita ada 8 jeep, tapi ini sesuai kebutuhan. Selama ini Punti Kayu dalam bentuk tempat wisata seperti flying foks, edukasi dan ada replika. Dan ini kita ada tantangan dengan lahan yang bisa digarap dengan mobil jeep, selama ini yang mencari rute pak Agam dengan pengalamannya sebagai offroad," katanya saat ditemui di Punti Kayu, Jumat (30/10).

Jeep-jeep ini akan mengantarkan kita menjelajahi hutan selama 15 menit dengan panjang 2 kg. Tentunya dengan medan yang masih berupa tanah becek, sehingga kita merasakan offroad yang seru.

Tak hanya itu, kita juga bisa melihat monyet yang lompat dari pohon ke pohon lainnya. Keseruan ini bisa dinikmati bersama keluarga dan teman-teman, dengan harga promo hanya Rp 80 ribu untuk satu kali tracking.

Ia juga mengatakan, bahwa persiapan telah dilakukan dari Januari 2020, namun dikarenakan Covid-19 menyerang Indonesia pada Maret 2020, sehingga sempat terhenti dan baru berjalan lagi pada 12 Agustus 2020.

"Kapasitas satu mobil jeep bisa untuk 4-5 orang. Animo masyarakat masih datar, kita juga memahami kondisi sosial ekonomi, tapi pada bulan Agustus hingga Oktober ini mulai lumayan ramai," terang dia.

Salah satu pembuat rute tracking, yakni Agam Witanto menambahkan, ia bersama tim selama 1 bulan membuat rute tracking dengan jalur yang alami.

"Inikan kita buat untuk wisata keluarga, sehingga medannya tidak terlalu berbahaya juga. Jadi bagi masyarakat yang ingin mencoba offroad, kita pastikan ini akan aman," tambahnya.

Sementara itu, Manajer TWA Punti Kayu, Raden Aska menuturkan, kebanyakan yang datang merupakan masyarakat dari daerah di Sumatra Selatan (Sumsel) maupun warga asal Lampung dengan mengajak keluarga besar mereka berlibur.

"Kalau kita pantau hari ini, banyak yang dateng liburan justru bukan dari Palembang. Tadi ada juga yang pelat kendaraannya BE asal Lampung, B dan A dari Jawa," tutur dia.

Momen cuti bersama dan akhir pekan biasanya menjadi puncak ramainya pengunjung. Oleh karena itu, pihaknya juga konsisten menjaga kesehatan wisatawan dengan tertib menerapkan prosedur protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

"Di pintu masuk depan, mereka dicek suhu tubuh juga dikasih hand sanitizer dan setiap kendaraan masuk kami semprot desinfektan," jelasnya.

Raden melanjutkan, kendati belum naik 100 persen kunjungan masyarakat. Tetapi dalam sebulan terakhir, pihaknya mulai merasakan peningkatan wisatawan. Terbukti dari pendataan per hari, pengunjung lambat laun bertambah.

"Kalau dari Agustus yang melonjak sekali ya, karena pas 17 Agustusan, September sempet menurun, tapi Alhamdulillah Oktober naik lagi. Sejak tutup dan buka lagi, ada sekitar 50 persen naik (wisatawan, red)," tutup dia.