Cakada Mura Diduga Positif Covid 19, MAKI: Kok Ditutupi

Salah satu calon kepala daerah (Cakada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) yakni Ir Hj Ratna Machmud saat ini disinyalir terjangkit Virus Covid-19 dan hingga kini diduga masih menjalani isolasi.


Dugaan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang dikeluarkan Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang dengan nomor registrasi 2010240238 yang menyatakan pasien atas Ratna Machmud dinyatakan positif Covid-19.

Pemeriksaan swab dilakukan pada tanggal 24 Oktober lalu dan saat ini yang bersangkutan masuk ruang isolasi Suspcovid 19 di paviliun Ogan RSMH Palembang.

Meski demikian hingga kini belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara Pilkada seperti KPU Musi Rawas, KPU Sumsel ataupun Bawaslu yang menyatakan kalau Ratna Machmud mengalami positif Covid 19.


Namun s
ebelumnya, ada pernyataan KPU Musi Rawas di media, dimana pada debat perdana Pilkada Musi Rawas yang akan digelar dan disiarkan secara langsung TVRI Sumsel pada 31 Oktober pukul 19.00 WIB mendatang, jika calon nomor urut 1 berhalangan hadir karena sakit, dan hanya akan dihadiri Cawabupnya.


Selain itu dari tim kampanye pasangan Hj Ratna Machmud-Hj Suwarti juga telah mengeluarkan pemberitahuan tentang berhalangannya Ratna Machmud hadir dalam debat publik. Surat itu dikeluarkan pada Senin tanggal 27 Oktober 2020 dan diberikan kepada Bawaslu Mura, Polres Mura dan Kesbangpol.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Pelaksana tim kampanye H Achmad Murtin SH MSi dan sekretaris, Ir Ismun Yahya SIP. disebutkan bahwa: Pertama, Pemberitahuan bahwa calon bupati nomor urut 01, Hj Ratna Machmud Amin, tidak dapat menghadiri dan mengikuti debat dikarenakan kondisi kesehatan.

Kedua, berdasarkan surat keterangan dokter nomor, bahwa pasien atas nama Hj Ratna Machmud Asminagar tidak melakukan aktivitas apapun karena dalam perawatan intensif dokter.

Ketiga, untuk menghadiri dan mengikuti acara debat publik tersebut, dilakukan oleh pasangan calon wakil bupati, Hj Suwarti.

Tidak adanya informasi secara resmi ini ditanggapi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel yang menyayangkan pihak penyelenggara Pilkada.


"Jangan ada ketertutupan informasi karena akan menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Kebenaran sakitnya ibu Ratna harus dinyatakan pihak rumah sakit agar masyarakat tahu kondisi sebenarnya," ucap Deputy MAKI Sumsel Ir Feri Kurniawan, Rabu (28/10/20).


Menurut MAKI, berdasarkan data dari rumah sakit, diduga Paslon 01 itu terjangkit Virus Covid-19.

 Untuk memastikan hal tersebut mereka meminta konfirmasi dari pihak rumah sakit, Bawaslu Musi Rawas dan KPU Sumsel namun tidak ada konfirmasi yang jelas.

"Ketertutupan informasi ini menjadi tanda tanya besar, apa yang disembunyikan oleh penyelenggara Pilkada Sumsel.

 Apakah kondisi kesehatan tersebut berpengaruh kepada proses pencalonan.

 Untuk itulah, kami dari MAKI Sumsel akan mempertanyakannya kepada Bawaslu Sumsel secara resmi," terang Feri.