Ilyas-Endang Menang di MA, KPU-Bawaslu Sumsel Belum Bisa Komentar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan mengaku belum dapat berkomentar banyak, perihal kabar putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan Ilyas-Endang atas diskualifikasi KPU Ogan Ilir berdasarkan rekomendasi Bawaslu OI.



Komisioner Bidang Pengawasan Bawaslu Sumsel Junaidi saat dimintai komentarnya perihal dikabulkannya gugatan paslon nomor urut dua itu, mengaku pihaknya belum bisa berkomentar lebih banyak.

 "Saat ini kami belum menerima salinan putusannya dari Mahmakah Agung. Jika nanti sudah kami terima akan digelar rapat untuk mengagendakan langkah-langkah yang perlu diambil," ungkap Junaidi, Selasa (27/10/2020). 

Sementara Ketua KPU Sumsel  Hj Kelly Mariana juga baru sebatas menerima capture salinan putusan MA terkait dikabulkannya gugatan Ilyas-Endang. 

Menurut Kelly, tahapan selanjutnya tinggal lagi KPU OI yang bakal menindaklajuti putusan MA paling lambat tiga hari setelah menerima salinan putussn MA tersebut. 


Pihaknya, kata Kelly,  taat dan patuh pada putusan MA.

 "Intinya kawan-kawan KPU OI sudah berusaha semaksimal mungkin, bahkan sebelum dilayangkan ke MA, rekomendasi pendiskualiikasian Ilyas-Endang dari kepesertaan Pilkada OI ini juga telah ditelaah secara seksama oleh KPU RI. Ya, mau bagaimana lagi harus diterima karena putusan berkekuatan hukum tetap sehingga tidak ada lagi upaya hukum lain," pungkas Kelly.

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Hukum Ilyas - Endang, Firli Darta mengungkapkan jika MA telah mengabulkan permohonan pihaknya. 

"Alhamdulillah telah dikabulkan permohonan kami, putusannya jam 2 siang tadi (14.00 WIB). tim hukum sudah konfirmasi ke MA dan dibenarkan," kata Firli. 

Menurutnya dengan putusan tersebut, pasangan Ilyas - Endang dapat melaju sebagai kontestan pilkada OI. 

"KPU harus menindaklanjuti putusan ini 7 hari setelah keputusan MA," katanya.