Awal Tahun Depan, Kabupaten Ini Dapat Vaksin Covid-19

Agenda dikeluarkannya atau mulai disebar secara massal Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah pada awal tahun 2021. Masyarakat diminta sabar karena pemerintah ingin memastikan vaksin tersebut benar-benar aman sebelum dirilis.


Demikian dikatakan Anggota Komisi IX Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan (Sumsel) II Ir Hj Sri Meliyana di Muara Enim, Selasa (27/10/2020).

Ia menjawab kesimpangsiuran informasi di multi media termasuk di Kabupaten Muara Enim bahwa akan ada vaksin di Bulan November atau ada vaksin yang lain. Menurutnya, kabar itu tidak lah benar.


“Tapi vaksin resmi yang dikelola oleh pemerintah melalui Kemenkes sedang dalam uji coba tingkat ke tiga. Setelah itu dinyatakan aman, baru boleh. Siapa yang akan mendapatkan vaksin, pertama pihak-pihak yang berhadapan langsung misalnya tenaga kesehatan di semua level,”jelas Sri Meliyana.

Kemudian, lanjut Sri, petugas yang bekerja melayani masyarakat langsung mendapatkan vaksin. Karena vaksin tersebut tidak datang sekaligus melainkan 200 juta dosis. 

“Dalam satu vaksin itu yang kami ketahui harus diulang dua kali, jadi kalau 200 juta dosis datang maka 100 juta orang bisa divaksin,” ujaranya.

Dalam hal ini pemerintah sedang mengatur tidak hanya vaksin, melainkan jarum suntik, tanaga penyuntik dan sebagainya. 

“Ini vaksin 200 juta dosis silakan (Gunakan, red) tidak begitu. Harus ada pihak lain yang menyiapkan jarum suntiknya, tenaga penyuntiknya, admistratif pelaksanaannya jadi masyarakat hanya menunggu. Paling cepat Sinovac menyelesaikan vaksin Covid-19 awal 2021,” terangnya.


Sinovac itu, Indonesia bekerja sama dengan China, bukan akan ada vaksin dari China. Vaksin tersebut akan diuji coba banyak negara sehingga memenuhi standar World Health Organization (WHO). 

“Jadi walaupun dari China harus memenuhi standar WHO. Selain itu, kita bepatokan kepada pengetahuan bukan kepada China, Arab, Italy. Mana yang paling siap, uji cobanya benar dan paling sesuai dengan kondisi kita, itulah yang kita pakai,” jelasnya.

Covid-19 ini kasus baru dan tidak ada orang satupun yang ahli dan pasti mengetahui mengenai Covid-19 ini. 

“Kalau suntik vaksin pasti tidak tertular, belum tahu dan belum ada berani menjamin sehingga masker, cuci tangan, jaga jarak itu menjadi rujukan kita sehari-hari. Tidak perlu vaksin kalau kita patuh protokol kesehatan insya Allah kita sehat,” pungkasnya.