Wisuda Kader BKPRMI Digelar Secara Virtual

rmolsumsel
rmolsumsel

Sebanyak 80 orang kader Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengikuti prosesi wisuda kelulusan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1 secara virtual.


Prosesi wisuda dan pembacaan ikrar dipandu langsung oleh Direktir Nasional (Dirnas) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPDSDM) Dewan Pengurus Pusat (DPP) BKPRMI.

Kegiatan LMD 1 ini sendiri diadakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Sumsel selama tiga hari dari tanggal 11 - 13 Oktober 2020.  Peserta yang ikut tak hanya dari Palembang tetapi juga utusan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang ada di Sumatera Selatan. Bahkan ada juga peserta dari Sumatera Barat dan Maluku.

Dalam arahannya, Dirnas LPPDSDM DPP BKPRMI Ustadz H. Nanang Mubarok menyampaikan bahwa peserta yang telah diwisuda sudah dinyatakan sah menjadi kader BKPRMI dan segera akan mengikuti pengkaderan berjenjang berupa Halaqoh Ta'dibiyah (HATA) dengan tingkatan kader Mula.

Akan tetapi tidak seluruhnya lulus LMD 1, hanya ada 50 orang saja yang berhak mendapatkan, untuk dapat menjadi Ketua DPD, DPK, DP-Kel/DP-Des seorang kader harus sudah lulus LMD 1 dan aktif mengikuti pengkaderan berjenjang HATA 1 dan 2. 

Sedangkan untuk menjadi Ketua Umum DPW maka harus sudah luluss LMD 2 dan aktif HATA 3 dan 4 serta untuk menjadi Ketua Umum DPP harus sudah lulus LMD 3 dan aktif HATA 5 dan 6. Mekanisme tersebut adalah amanah Munas BKPRMI tahun 2018 dan saat ini sudah mulai direalisasikan.

"Ke depan kita ingin yang menjadi pimpinan di BKPRMI adalah kader asli BKPRMI, bukan kader instan yang hanya menjadikan BKPRMI sebagai batu loncatan untuk kepentingan saja," terang Nanang, Sabtu (24/10).

Nanang juga berpesan kepada peserta yang belum lulus untuk dapat menyempurnakan seluruh persyaratan. Cukup melengkapi yang kurang saja, misal penugasan atau post test di LMD berikutnya bagi yang belum mengumpulkan tugas atau tidak lulus pada sesi post test.

Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel diwakili Sekretaris Umum Ustadz Novi Iryansyah menyampaikan selamat kepada peserta yang lulus dan yang diwisuda. Dia mengatakan sejatinya sebuah organisasi memanglah harus kuat secara kaderisasi supaya ada regenerasi. Apalagi pada LMD 1 kali ini juga ada peserta dari remaja masjid yang memang seharusnya menjadi pengurus organisasi ke depannya menggantikan pengurus sekarang yang masih didominasi angkatan lama.

Dia juga berterima kasih kepada segenap panitia yang selama tiga hari harus standby di depan komputer atau gadget dan peserta yang pada saat sesi ternyata ada yang kehilangan sinyal.

"Inilah perjuangannya, kalau tatap muka mungkin kita berkorban ongkos dan sebagainya tetapi dengan cara daring seperti ini kita mesti berjuang untuk dapat sinyal yang stabil," tukas Novi.