Pengamat : Marketing Politik Efektif Bantu Cakada dan Bisa Dongkrak Partisipasi Pemilih

Keberadaan relawan dari pasangan calon kepala daerah (Cakada) atau yang kini disebut sales dan marketing politik dinilai cukup efektif untuk mensosialisasikan pasangan cakada. 


Asalkan, tidak melakukan praktik politik uang dan memaksa pemilih untuk memilih pasangan yang dijagokan, sah sah saja. 

Demikian disampaikan Pengamat Sosial Politik Bagindo Togar, menyikapi kabar maraknya sales politik di sejumlah daerah di Musi Rawas,  Sabtu (24/10/2020). 

"Kalau saya menyebutnya marketing politik. Ya sah-sah saja selagi tidak melakukan money politic, pemaksaan atau mengiming-imingi pemilih dengan menjanjikan sesuatu jika memilih pasangan calon," ujar Bagindo. 

Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya ini menilai keberadaan marketing politik cukup membantu pasangan cakada dalam sosialisasi. Hadirnya marketing politik yang menjangkau rumah-rumah warga dengan cara door to door sangat efektif apalagi dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini. Karena tidak menghadirkan banyak orang. 

"Pasangan calon kepala daerah terbantu. Dan ini juga bisa membantu meningkatkan partisipasi pemilih. Dengan mereka sosialisasi. Ini loh calon yang kami dukung, ini programnya, ini visi misinya, dengan begini kan, masyarakat jadi tahu ada pilkada, tahu sosok calon kepala daerah. Sehingga pada saatnya masyarakat menyalurkan hak suara," kata Gindo. 

Karena wilayah demografi suatu kabupaten yang cukup jauh jarak antar desanya. Sehingga seorang calon kepala daerah belum tentu dapat menyambangi daerah tersebut. Dengan hadirnya marketing politik, cukup membantu calon kepala daerah menjangkau daerah yang tidak terjangkau sang cakada. 

Lebih lanjut menurutnya, peran Bawaslu juga sangat penting untuk mengawasi marketing politik tersebut. Jika ditemukan adanya pelanggaran, bisa ditindak," tukasnya.