Tambang Longsor Telan 11 Korban, Alex Noerdin Sebut Kurang Pengawasan Pemerintah

Alex Noerdin / rmolsumsel
Alex Noerdin / rmolsumsel

Runtuhnya Tambang Rakyat (TR) yang berlokasi di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjungagung, Kabupaten Muaraenim,  hingga menewaskan 11 orang pada Rabu (21/10/2020) sekitar pukul 14.00 WIB mendapat respon dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin.


Alex mengaku mendengar inseden longsor tambang yang merenggut 11 korban jiwa tersebut. Dia mengatakan, masih adanya tambang ilegal menandakan pengawasan dari pemerintah setempat dan yang bertanggung jawab pada sektor pertambangan masih minim. 

"Aku denger itu, itu ilegal, longsor. Berarti pengawasan dari pemerintah setempat dan yang bertanggung jawab untuk itu kurang," ujar Alex usai menghadiri HUT Partai Golkar Sumsel di kantor DPD I Golkar Sumsel, Rabu (21/10/2020) malam. 

Menurut mantan gubernur Sumsel ini, jika tambang tersebut ilegal maka pemerintah harus melarang aktivitas tambang. 

"Itukan ilegal, seharusnya segera dilarang, sebelum ada kejadian. Itu tambang batubara, barangkali dalam, ketika hujan longsor," imbuhnya. 

Diberitakan, akibat peristiwa tersebut, 11 korban jiwa kehilangan nyawa. Peristiwa ini diduga diakibatkan amblasnya tambang tersebut di kedalaman sekitar 15 meter dari mulut lubang tambang.

“Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 wib siang tadi, mereka tertimbun tanah di lokasi penambangan sekitar 15 meter dari mulut tambang,” menurut informasi warga setempat, Rabu (21/10/2020)

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelas korban sudah dapat dievakuasi oleh pihak pengelola Tambang Rakyat dibantu pemerintah desa setempat, pihak kepolisan dan warga dengan menggunakan dua alat berat.

“Dugaan sementara korban yang meninggal adalah warga Desa Tanjunglalang 4 orang, Warga Desa Penyandingan dua orang dan 5 orang dari, lampung,” terannya, seraya mengatakan pencarian korban berlangsung lebih kurang 3 jam.

Sementara itu Kapolsek Tanjung Agung, AKP Faisal Pangihutan Manalu SH SIk, saat dikonfirmasi via WathsApp belum bisa memberikan keterangan secara rinci. “Bentar ya masih di puskesmas ngurusi korban-korban,” jawab Faisal singkat.