17 Agustus di Tengah Pandemi, Lomba Bidar dan Kegiatan Keramaian di Palembang Ditiadakan

Ilustrasi (Rmol.id)
Ilustrasi (Rmol.id)

Kota Palembang kini masih harus memperpanjang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 23 mendatang. Akibatnya, pelaksanaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus harus dilakukan secara virtual. Demikian diungkapkan Wali Kota Palembang, Harnojoyo saat ditemui di Rumah Dinas di Jalan Tasik Palembang, Selasa (10/8).


Dia menjelaskan pada HUT RI mendatang, pihaknya tetap berpedoman dari pusat. Dimana, pelaksanaan 17 Agustusan dilakukan secara virtual baik pengibaran bendera maupun penurunannya. Jika pun nanti ada peserta yang ikut dalam upacara bendera nantinya akan dibatasi.

"Ya, jangan sampai menimbulkan kerumunan. Karena itu, melalui virtual," katanya.

Dia menjelaskan untuk menghindari kerumunan pihaknya juga harus meniadakan sejumlah kegiatan seperti Lomba Perahu Bidar, Lomba Perahu Hias dan lain sebagainya. Dirinya juga meminta masyarakat untuk jangan dulu melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Hal ini tujuannya untuk menekan angka Covid-19 di Kota Palembang.

Menurutnya, memang upaya Pemkot Palembang untuk menurunkan angka Covid-19 di kota pempek ini sudah cukup berhasil. Hanya saja, untuk tingkat kematian, sembuh dan Bed Occupancy Rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur di Rumah sakit masih tinggi. Bahkan, melebihi angka nasional. Karena itu, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan agar Palembang memperpanjang PPKM level 4 ini.

"Semua aturan tidak ada perubahan, untuk masjid masih tetap beroperasi tapi dibatasi 25 persen saja," tutupnya.